Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, Februari 3
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Helmi Nasaruddin: Pendidikan Agama Harus Mencerahkan, Bukan Menakutkan Anak
Berita Unggulan

Helmi Nasaruddin: Pendidikan Agama Harus Mencerahkan, Bukan Menakutkan Anak

KilasInformasiBy KilasInformasiJuli 24, 202502 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Helmi Nasaruddin ajak Kemenag wujudkan pendidikan agama yang ramah anak dan mencerahkan dalam Sarasehan Hari Anak Nasional 2025 di Makassar Foto: kemenag
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sarasehan Hari Anak Nasional 2025 di Makassar menyuarakan pesan penting: agama harus hadir dengan cinta, bukan ketakutan. Helmi Nasaruddin tegaskan bahwa anak butuh bimbingan spiritual yang ramah dan menyemangati.

Kilasinformasi.com, Makassar – Dalam momentum Hari Anak Nasional 2025, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Helmi Halimatul Udhmah Nasaruddin, menegaskan pentingnya pendidikan keagamaan yang ramah anak. Ia menolak pendekatan berbasis ancaman, dan mendorong pengajaran agama yang membahagiakan serta memuliakan kemanusiaan anak.

Pernyataan ini disampaikan saat membuka Sarasehan Hari Anak Nasional 2025 di Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Rabu (23/7/2025).

“Anak-anak memiliki hak untuk beribadah dan mengembangkan spiritualitasnya tanpa tekanan. Pendidikan agama harus mencerahkan, bukan menakutkan,” ujar Helmi.

Baca Jugam Kilasinformasi: Bupati Sleman Kukuhkan Dewan Pengawas Baru, RSUD Sleman Didorong Tingkatkan Layanan Kesehatan

Menurutnya, tugas Kementerian Agama tidak berhenti pada pengajaran ajaran secara tekstual. Yang lebih penting adalah menciptakan ekosistem pendidikan dan keluarga yang ramah anak, di mana anak merasa aman, dimengerti, dan didengarkan.

“Jika agama hadir sebagai tekanan, mereka akan menjauh. Tapi jika diajarkan dengan kasih sayang, anak-anak akan tumbuh dengan semangat,” tambahnya.

Sarasehan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemenag, termasuk Staf Ahli Menteri Toto, Staf Khusus Menteri Ismail Cawidu, dan Rektor UIN Alauddin Makassar.

Salah satu momen menyentuh terjadi saat Helmi berdialog langsung dengan anak-anak, termasuk Aco, seorang siswa remaja dari Makassar. Ia mengungkapkan kegelisahan tentang pola komunikasi satu arah dalam keluarga.

“Kami sering tak diberi ruang untuk menjelaskan. Belajar lewat HP dibilang main, diam dianggap malas. Kami ingin dimengerti,” kata Aco.

Helmi memuji keberanian Aco dan mengajak semua orang tua serta pendidik untuk lebih membuka telinga dan hati terhadap suara anak-anak.

“Kita semua pernah jadi anak. Jangan karena sekarang jadi orang tua, lalu merasa paling benar,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan penyediaan ruang konseling dan layanan psikososial di lingkungan Kementerian Agama, agar setiap anak, keluarga, dan pegawai punya jalur aman untuk menyampaikan perasaan mereka.

Di akhir sarasehan, Helmi mengajak semua pihak untuk menghidupkan kurikulum cinta dalam mendidik anak-anak.

“Agama dan cinta harus berjalan beriringan. Jika kita mendidik dengan cinta, anak-anak akan tumbuh bahagia dan penuh semangat,” pungkasnya.

Sumber : Kemenag

#AnakHebat #HakAnak #HariAnakNasional2025 #HelmiNasaruddin #KemenagRI #KurikulumCinta #Makassar #PendidikanAgama #PendidikanRamahAnak #SarasehanAnak
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

MK Tegaskan Nikah Beda Agama Tak Diatur Negara, Uji Materi UU Perkawinan Ditolak

Februari 3, 2026

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026
Berita Terbaru

MK Tegaskan Nikah Beda Agama Tak Diatur Negara, Uji Materi UU Perkawinan Ditolak

Februari 3, 2026 Berita Unggulan

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026 Berita Unggulan

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.