Batang, Kilasinformasi.com — Program pemberdayaan petani kopi kembali digelar PLTU Batang melalui PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang. Kegiatan ini berlangsung di Pendapa Sidawung Kafe Bandar, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Minggu (23/11/2025), dengan fokus meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM kopi lokal.
Sebanyak 50 petani kopi dan 15 anggota TP PKK mengikuti pelatihan yang dirancang sebagai penguatan rantai nilai, peningkatan kualitas produksi, serta penerapan praktik budidaya berkelanjutan. Para peserta juga mendapatkan wawasan tentang peluang pasar yang terus berkembang untuk kopi Batang.
Pelatihan menghadirkan Fritz Januar, Owner Panna Coffee, yang memaparkan materi tentang pengembangan rantai nilai industri kopi. Sesi berikutnya diisi oleh Bayu Iryanto, Manajer SwaraOwa, yang menekankan pentingnya konsep kopi konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Para peserta juga mendengarkan kisah sukses Reza, petani kopi lokal yang berhasil menembus pasar internasional.
Ketua TP PKK Batang, Faelasufa Faiz, menyampaikan bahwa Desa Tombo memiliki potensi besar sebagai sentra kopi unggulan. Ia menilai karakter masyarakat yang adaptif dan visi kepemimpinan desa menjadi modal kuat untuk mendorong kemandirian petani.
Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan setiap peluang pasar yang semakin terbuka. Dalam kegiatan tersebut, TP PKK juga memberikan 30 terpal pengering kopi sebagai bentuk dukungan konkret bagi para petani.
“Orang sukses adalah orang yang mau belajar. Semoga materi hari ini benar-benar diimplementasikan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLTU Batang dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadi pembangkit yang andal agar dapat memberikan nilai tambah bagi daerah. Melalui program CSR, kami mendukung pengembangan kopi sebagai potensi ekonomi strategis Kabupaten Batang,” terangnya.
Aryamir juga menekankan bahwa peningkatan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Ia mengajak para petani untuk menjaga kualitas produksi dan menerapkan prinsip-prinsip budidaya berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan TP PKK menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem kopi Batang,” ujarnya.
Sumber : InfoPublik


