Jakarta, kilasinformasi.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk memperluas pembangunan fasilitas rumah ibadah dan lembaga pendidikan yang inklusif bagi masyarakat difabel. Sikap ini disampaikannya usai menghadiri Peringatan Hari Hak Asasi Manusia ke-77 yang digelar Kementerian Hukum dan HAM di Tennis Indoor Stadium, Jakarta, Rabu 10 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, perwakilan kedutaan negara sahabat, aktivis mahasiswa, hingga komunitas organisasi kemasyarakatan.
Nasaruddin mencontohkan Masjid Istiqlal sebagai model fasilitas ibadah yang telah menerapkan prinsip inklusivitas melalui keberadaan lift khusus difabel, akses ramp untuk kursi roda, Al-Qur’an braille, hingga Al-Qur’an bagi penyandang tunarungu. Ia menegaskan bahwa Kemenag ingin memastikan rumah ibadah di berbagai daerah dapat memenuhi standar serupa sehingga penyandang difabel dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Komitmen yang sama juga diterapkan di bidang pendidikan. Kemenag menunjuk sejumlah madrasah untuk menerima dan melayani siswa difabel, termasuk madrasah khusus tunarungu. Saat ini tercatat lebih dari 58.000 anak difabel bersekolah di madrasah dan pesantren. Nasaruddin menyebut capaian tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang setara dan ramah bagi semua kelompok.
Ia menegaskan bahwa aksesibilitas adalah hak dasar setiap warga negara. Menurutnya, rumah ibadah yang awalnya sulit dijangkau kini terus dibenahi agar dapat diakses penyandang difabel. Ia berharap upaya ini dapat menginspirasi instansi lain untuk melakukan langkah serupa sehingga nilai inklusivitas semakin mengakar dalam pelayanan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai menekankan bahwa hak asasi manusia merupakan nilai paling berharga dalam peradaban. Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen terhadap HAM sebagai fondasi pembangunan bangsa menuju Indonesia 2045. Natalius juga mengingatkan pentingnya keberanian memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam koridor demokrasi agar bangsa terus bergerak ke arah yang lebih beradab.
Sumber : kemenag.go.id


