AGAM, kilasinformasi.com – Akses penghubung antarwilayah di Kecamatan Malalak kembali berfungsi setelah terdampak bencana galodo. Pemerintah Kabupaten Agam memastikan mobilitas warga tetap berjalan melalui pemasangan jembatan darurat sambil menyiapkan pembangunan jembatan permanen yang lebih aman dan layak.
Bupati Agam Benni Warlis meninjau langsung kondisi Jembatan Batang Mangui di Jorong Sini Air, Kecamatan Malalak Selatan, Sabtu 27 Desember 2025. Peninjauan dilakukan untuk memastikan jembatan darurat yang telah terpasang dapat digunakan masyarakat sekaligus melihat tingkat kerusakan jembatan utama yang sebelumnya putus akibat galodo.
Jembatan Batang Mangui merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Malalak Selatan dengan Malalak Barat. Putusnya jembatan sempat menghambat aktivitas warga, terutama distribusi barang dan mobilitas ekonomi. Dengan berfungsinya jembatan darurat, aktivitas masyarakat kembali berjalan meski masih terbatas dari sisi kapasitas dan keamanan.
Dalam kesempatan tersebut, Benni Warlis menegaskan bahwa jembatan darurat hanya bersifat sementara. Pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan solusi jangka panjang agar konektivitas antarkecamatan kembali normal dan aman.
“Untuk jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Agam akan mengusulkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi agar jembatan ini dapat berfungsi permanen dan memenuhi standar keselamatan,” ujar Benni Warlis.
Ia juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan kajian teknis serta menyusun perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan dan ketergantungan terhadap jembatan darurat bisa diminimalkan.
Penanganan Jembatan Batang Mangui menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur dasar di Kabupaten Agam pascagalodo. Pemerintah daerah menargetkan pemulihan konektivitas wilayah dapat mendukung aktivitas ekonomi warga sekaligus mempercepat pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana.
Sumber : Infopublik.id


