Dari rumah sederhana di Ponorogo, Avan Ferdiansyah membuktikan bahwa mimpi tak mengenal batas. Anak pedagang es ini menembus ITB dengan 100 prestasi akademik!
Kilasinformasi.com, Jakarta — Rumah kecil di sudut Ponorogo menjadi saksi bisu perjuangan besar seorang remaja bernama Avan Ferdiansyah Hilmi. Dari latar keluarga pedagang es keliling, Avan tak hanya mencatatkan nama di berbagai ajang kompetisi akademik, tapi juga sukses lolos ke Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat jalur SNBP 2025.
Ayah dan ibunya, Eko Yudianto dan Ummi Latifah, berjualan es keliling di sekitar sekolah. Namun, kondisi ekonomi tak menjadi alasan untuk menyerah. Justru itu menjadi bahan bakar Avan untuk terus bermimpi besar.
Baca Juga, Kilasinformasi: Ihsan dan Irsan, Siswa Kembar MAN 2 Padangsidempuan Lulus SNBP di UI dan UM: Sebuah Prestasi yang Menginspirasi
“Saya tidak ingin menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti bermimpi,” kata Avan.
Minat Avan pada kompetisi akademik dimulai sejak kelas 2 SD. Ia sempat mengalami banyak kegagalan di level kabupaten hingga provinsi, namun tetap konsisten belajar. Puncaknya, saat SMA, ia tembus Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kebumian, yang juga menjadi jalannya masuk ke ITB.
“Saya belajar dari kegagalan. Prestasi itu soal karakter, bukan hasil instan,” ungkapnya.
Selama ini, Avan telah mengoleksi sekitar 100 prestasi, sebagian besar di bidang IPA dan riset. Ia juga aktif di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan terbantu oleh sistem SIMT (Sistem Informasi Manajemen Talenta) yang mendokumentasikan prestasi nasional.
Avan juga disiplin menjalankan gaya hidup sehat, sesuai prinsip Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun sebelum subuh, sarapan bergizi, belajar mandiri, dan tidur tepat waktu.
“Saya percaya, mental dan fisik harus dijaga bersama-sama untuk sukses akademik,” jelasnya.
Baca Juga, Kilasinformasi: Empat Siswa SMA Wakili Indonesia di Olimpiade Kimia Internasional 2025 di Dubai
Perjalanan Avan tak lepas dari peran orang tua dan guru. Mereka bukan hanya memberi dukungan, tapi juga menjadi sumber semangat dan arah. Kini, ia bercita-cita menjadi peneliti yang bisa berkontribusi nyata untuk bangsa.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari pedagang keliling juga bisa masuk kampus terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Pesannya untuk generasi muda: jangan takut gagal dan jangan berhenti bermimpi.
“Karena dari mimpi, langkah besar kita dimulai,” pungkas Avan.
Sumber: Infopublik.id


