Tangerang, kilasinformasi.com – Peran Kementerian Agama dalam merawat kerukunan umat beragama mendapat apresiasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kerukunan dinilai sebagai fondasi penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Bappenas Didik Darmanto saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama yang digelar di Atria Hotel Tangerang, Selasa (16/12/2025). Menurutnya, kerukunan umat beragama bukan sekadar isu sektoral, melainkan elemen mendasar dalam mendorong transformasi sosial yang berkelanjutan.
Didik menegaskan bahwa tanpa kerukunan yang kuat, proses transformasi sosial dan pembangunan nasional akan menghadapi banyak hambatan. Ia menilai pembangunan agama memiliki posisi strategis karena beririsan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan sosial masyarakat.
Dalam konteks perencanaan jangka panjang, Didik menjelaskan bahwa pembangunan agama telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029. Sejumlah indikator kunci yang berkaitan langsung dengan tugas Kementerian Agama antara lain peningkatan Indeks Modal Manusia dan penguatan Indeks Kerukunan Umat Beragama.
Saat ini, Indeks Modal Manusia Indonesia berada di angka 0,54 dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 0,73 pada tahun 2045. Kondisi tersebut menunjukkan potensi produktivitas penduduk yang masih perlu dioptimalkan melalui pembangunan pendidikan dan agama yang berorientasi pada peningkatan kualitas, bukan semata perluasan akses.
Selain itu, Didik juga memaparkan sejumlah kebijakan prioritas nasional yang relevan dengan mandat Kementerian Agama, seperti percepatan wajib belajar 13 tahun, peningkatan partisipasi pendidikan tinggi, serta penataan tata kelola guru agar lebih terstandar dan merata, khususnya pada madrasah dan pendidikan keagamaan.
Melalui forum Rakernas Kementerian Agama ini, Didik berharap berbagai masukan dan diskusi strategis yang berkembang dapat menjadi pijakan dalam merumuskan program dan kebijakan ke depan. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan Kementerian Agama dan arah pembangunan nasional agar mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan kerukunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat secara luas.
Sumber : kemenag.go.id


