Kilasinformasi.com, Batang – Bencana tanah longsor melanda Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dan sempat memutus akses utama warga di ruas jalan Rejosari–Sigemplong. Longsor terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak memasuki musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajeri, menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan rangkaian dari guguran material yang sudah muncul sejak akhir November 2025. Saat itu, longsoran masih berskala kecil dan belum menutup jalan.
“Namun pada akhir Desember terjadi longsor susulan yang lebih besar hingga menutup akses jalan sepenuhnya,” ujar Fajeri saat dikonfirmasi di BPBD Batang, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, sejak November 2025 Bupati Batang telah menetapkan status siaga darurat bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es di sejumlah wilayah.
Akibat longsor tersebut, aktivitas warga Desa Pranten sempat terganggu. Jalan yang tertutup material longsor merupakan jalur utama pendidikan dan perekonomian masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah serta jalur distribusi hasil bumi ke kota.
Selama akses tertutup, warga terpaksa memutar sejauh 10 hingga 15 kilometer. Kondisi ini menyulitkan mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, BPBD Batang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Batang bersama Pemerintah Desa Pranten, masyarakat setempat, dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) melakukan kerja bakti membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
Selain pembersihan, BPBD Batang juga memberikan pendampingan dan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada perangkat desa. Perangkat komunikasi handy talky (HT) kembali diaktifkan untuk memperlancar koordinasi antara desa, BPBD, kecamatan, hingga pemerintah daerah.
BPBD turut menyalurkan bantuan logistik dan peralatan penunjang, seperti sembako untuk konsumsi selama kerja bakti dan piket posko, terpal untuk penanganan darurat, serta velbed dan matras bagi petugas posko siaga desa.
Setelah proses pembersihan rampung, akses jalan Rejosari–Sigemplong kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
BPBD Batang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan segera melapor jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah.
sumber: Infopublik.id


