Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, Februari 3
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Gabung BRICS, Indonesia Tegaskan Tidak Anti-Barat
Berita Unggulan

Gabung BRICS, Indonesia Tegaskan Tidak Anti-Barat

KilasInformasiBy KilasInformasiJuli 20, 202502 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Gabungnya Indonesia ke dalam BRICS bukan berarti menutup diri dari negara Barat. Pemerintah menegaskan, langkah ini demi memperluas kerja sama ekonomi strategis, tanpa meninggalkan mitra tradisional.

Kilasinformasi.com, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arif Havas Oegroseno, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam kelompok ekonomi BRICS tidak berarti Indonesia bersikap anti-Barat.

Pernyataan itu disampaikan Havas dalam keterangan resminya pada Sabtu (19/7/2025), menanggapi kekhawatiran bahwa kemitraan Indonesia dengan negara-negara BRICS ( seperti India, China, Rusia, dan Iran ) bisa memengaruhi hubungan dengan negara Barat.

“India sebagai salah satu pendiri BRICS bahkan mengirim menlu-nya menghadiri pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS. India juga anggota Quad bersama Jepang, Australia, dan Amerika Serikat,” jelas Havas.

Apa keuntungan Indonesia? Salah satu manfaat utama, menurut Havas, adalah peluang untuk mendiskusikan standar minyak nabati yang lebih adil dan berkelanjutan di tingkat global. Ia menyoroti bahwa Eropa selama ini menetapkan standar mereka sendiri, sedangkan Indonesia melalui BRICS dapat memperjuangkan standar baru yang lebih inklusif.

Lebih lanjut, Havas mengungkapkan BRICS juga baru-baru ini menggelar pertemuan penting tentang critical raw minerals atau mineral bahan baku kritis. Pertemuan ini membahas tantangan negara berkembang dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri tanpa bergantung penuh pada investasi asing.

“Banyak negara bertanya kepada Indonesia soal hilirisasi, serta bagaimana menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan lingkungan,” tambah Havas.

Langkah Indonesia bergabung dengan BRICS, menurut Wamenlu, lebih pada penguatan posisi global dalam rantai pasok strategis, bukan politik aliansi yang eksklusif.

Sumber: Infopublik.id

#BRICSEkonomi #CriticalMinerals #DiplomasiIndonesia #EkonomiIndonesia #GeopolitikGlobal #IndonesiaBRICS #KerjaSamaGlobal #StandarMinyakNabati #WamenluRI hilirisasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

MK Tegaskan Nikah Beda Agama Tak Diatur Negara, Uji Materi UU Perkawinan Ditolak

Februari 3, 2026

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026
Berita Terbaru

MK Tegaskan Nikah Beda Agama Tak Diatur Negara, Uji Materi UU Perkawinan Ditolak

Februari 3, 2026 Berita Unggulan

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026 Berita Unggulan

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.