Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyapa langsung para siswa Sekolah Rakyat di Sleman. Ia tak hanya memberi semangat, tapi juga mengenalkan sistem pemetaan bakat berbasis AI.
Kilasinformasi.com, Sleman — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (16/7). Dalam kunjungan ini, ia menyapa langsung 75 siswa yang tengah mengikuti pendidikan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani.
Setibanya di lokasi, Gus Ipul langsung meninjau ruang kelas dan menyempatkan berdialog dengan siswa. Salah satunya adalah Louvie J atau Jeje, yang mengungkapkan perubahan positif dalam dirinya sejak mengikuti pendidikan kedisiplinan dari TNI AD.

“Mental saya jadi lebih terlatih, dulu saya pendiam dan introvert,” ucap Jeje.
Ia bahkan mengaku betah di sekolah ini dan tak ingin pulang. Jeje juga bercerita kepada Gus Ipul bahwa ia tinggal bersama nenek dan tantenya sejak SD karena orang tuanya meninggalkan mereka. Meski begitu, Jeje tetap punya mimpi besar: menjadi CEO perusahaan sendiri.
Mendengar cerita itu, Gus Ipul memberi semangat penuh.
“Bagus Jeje, lanjutkan. Semangat ya!” ujarnya.
Jeje juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Sekolah Rakyat yang sangat membantu anak-anak kurang mampu.
Dalam sesi tanya jawab, siswa lain bernama Ikhsan Fajar Susandi menanyakan soal pengembangan bakat di sekolah tersebut. Gus Ipul menjelaskan bahwa sistem ini akan menggunakan teknologi DNA Talent yang dirancang oleh Ary Ginanjar, pendiri ESQ Corp. Teknologi ini berbasis AI dan akan membantu para guru mendeteksi bakat siswa secara cepat.
Baca Juga, Kilasinformasi: Sekolah Rakyat Serentak Digelar, Gus Ipul: Terima Kasih Cak Imin Sudah Mengorkestrasi
“Selama 15 menit siswa akan menjawab sejumlah pertanyaan, lalu keluar hasilnya, apa bakat, kekuatan, dan potensi jeniusnya,” jelas Gus Ipul.
Ia berharap sistem ini mampu membimbing siswa sesuai minat dan bakat masing-masing. Karena itu, Gus Ipul mengajak semua siswa untuk serius belajar demi masa depan mereka dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Ini kesempatan luar biasa. Sekarang saatnya belajar sungguh-sungguh,” tegasnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Sleman saat ini memiliki 75 siswa dalam 3 rombongan belajar, dibina oleh 17 guru. Seluruh siswa tetap bertahan sejak awal pendaftaran tanpa ada yang mengundurkan diri. Sekolah ini juga dilengkapi asrama, laboratorium IPA, perpustakaan, lapangan olahraga, mushola, dan fasilitas lainnya yang menunjang kenyamanan belajar.
Sumber: Kemensos


