Kilasinformasi.com, Yogyakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi. Di tengah dinamika politik nasional yang kerap diwarnai polarisasi dan pragmatisme, Hanura memilih menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi tentang arah perjuangan, kesehatan demokrasi, dan keberlanjutan politik ke depan.
Perayaan yang digelar di Yogyakarta tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah Partai Hanura. Kota ini dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dipandang merepresentasikan keseimbangan antara nilai, tradisi, dan pembaruan, sejalan dengan semangat yang ingin dirawat Hanura memasuki usia ke-19.

Anggota Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Agus Hermanto, menyampaikan bahwa usia 19 tahun menjadi fase pendewasaan partai. Menurutnya, Hanura tidak lagi sekadar berbicara tentang keberlangsungan organisasi, tetapi tentang kualitas kontribusi dalam kehidupan demokrasi.
“Usia 19 tahun ini adalah momentum bagi Hanura untuk berbenah dan bangkit. Kita ingin membangun partai yang kuat secara organisasi, sehat secara nilai, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Agus dalam sambutannya.
Ia menegaskan, konsolidasi internal menjadi agenda utama menjelang Pemilu 2029. Mesin partai, kata dia, harus digerakkan secara terencana dan berkesinambungan, tidak hanya untuk kepentingan elektoral, tetapi juga untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
“Target kita jelas, Hanura harus kembali memiliki perwakilan legislatif yang kuat. Namun lebih dari itu, kami ingin kehadiran Hanura benar-benar dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, pengurus DPP Partai Hanura Dr. Phil. Hanurani menilai tantangan politik ke depan menuntut partai memiliki daya tahan jangka panjang. Politik, menurutnya, tidak bisa dijalankan secara instan atau reaktif terhadap momentum sesaat.
“Politik yang berkelanjutan lahir dari kader yang konsisten, struktur yang solid, dan nilai yang dijaga. Hanura ingin merawat semangat itu, bukan hanya untuk satu pemilu, tetapi untuk masa depan demokrasi,” ujar Hanurani.
Selain orasi politik, rangkaian perayaan juga diwarnai dengan prosesi simbolis penyematan atribut partai kepada Johnson Erwin. Hanura memandang kehadiran figur yang terbiasa berinteraksi di ruang publik dan media sebagai bagian dari strategi membangun komunikasi politik yang sehat, berkelanjutan, serta adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam menjangkau generasi muda.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya Hanura membangun wellness politik, yakni iklim politik yang menempatkan manusia sebagai pusat gerakan. Partai tidak hanya diposisikan sebagai mesin kekuasaan, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi kader dan sarana pengabdian sosial.
Ketua Panitia HUT ke-19 Partai Hanura, Muchsin, menegaskan bahwa peringatan ulang tahun ini dimaksudkan sebagai penguat komitmen bersama seluruh kader.

“HUT ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum konsolidasi emosional dan ideologis. Kami ingin kader Hanura tetap solid, sehat dalam berpolitik, dan memiliki orientasi jangka panjang,” ujar Muchsin.
Ia menambahkan, Hanura membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam politik yang lebih bermakna dan menyejukkan.
“Hanura adalah rumah bagi mereka yang ingin berjuang dengan hati nurani. Kami percaya politik bisa dijalankan dengan cara yang lebih dewasa dan berkelanjutan,” katanya.
Menjelang Pemilu 2029, Hanura menyadari tantangan yang dihadapi tidak ringan. Namun, optimisme tetap dijaga melalui penguatan struktur dari daerah, regenerasi kader, serta pembangunan narasi politik yang berorientasi pada kepentingan publik.
Di usia ke-19 ini, Hanura tidak hanya menoleh ke belakang untuk merayakan perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menatap ke depan dengan kesadaran penuh. Politik yang berangkat dari hati nurani, dijalankan dengan keseimbangan, dan dijaga keberlanjutannya menjadi fondasi yang ingin terus dirawat.


