Lumajang, kilasinformasi.com – Lumajang memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 Tahun 2025 dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna sejarah dan kebersamaan. Salah satunya diwujudkan melalui doa bersama dan ziarah di kompleks Pemakaman Situs Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Minggu (14/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari peringatan Harjalu ke-770 sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Lumajang dari masa ke masa. Situs Biting dipilih karena memiliki nilai historis yang kuat serta menjadi simbol keberlanjutan pemerintahan dan kehidupan masyarakat Lumajang pada masa lampau.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa doa bersama dan ziarah merupakan tradisi yang memiliki nilai penting dalam peringatan hari jadi daerah. Menurutnya, Hari Jadi Lumajang tidak sekadar dirayakan, tetapi juga dijadikan ruang untuk mengenang dan memahami perjalanan sejarah daerah secara utuh.
“Doa bersama ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Lumajang. Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai pengingat atas perjalanan daerah yang telah dilalui,” ujar Indah Amperawati.
Ia menjelaskan, Situs Biting memiliki peran strategis dalam sejarah Lumajang karena menjadi salah satu penanda perjalanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di masa lalu. Oleh karena itu, keberadaan situs bersejarah tersebut perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.
“Keberadaan Situs Biting merupakan bagian dari catatan sejarah Lumajang. Ini adalah warisan yang memberikan gambaran tentang perjalanan daerah pada masa lampau,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lumajang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kutorenon, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang selama ini aktif menjaga dan merawat Situs Biting. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelestarian situs-situs bersejarah di daerah.
“Saya mengapresiasi upaya pemerintah desa dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga Situs Biting. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian situs-situs bersejarah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Indah Amperawati mengajak seluruh masyarakat Lumajang untuk terus mengenal dan memahami sejarah daerah sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bersama. Sejarah daerah dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus penguat kebersamaan dalam membangun Lumajang ke depan.
Melalui doa bersama di Situs Biting, peringatan Harjalu ke-770 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan nilai kebersamaan. Dengan berlandaskan sejarah dan nilai lokal, Lumajang diharapkan terus bergerak maju secara berkelanjutan dan inklusif.
Sumber : Infopublik


