Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Februari 1
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital
Berita Unggulan

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

KilasInformasiBy KilasInformasiFebruari 1, 202604 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Transformasi digital Indonesia berbasis AI diperkuat lewat infrastruktur, inovasi, dan keamanan siber nasional demi kedaulatan dan keberlanjutan. foto: Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi.com, Yogyakarta – Transformasi digital Indonesia tidak dapat berjalan secara sporadis dan reaktif. Ia menuntut arah yang jelas, visi jangka panjang, serta keberanian negara untuk membangun kedaulatan digital dari hulu hingga hilir.

Di tengah laju percepatan teknologi global, Indonesia memilih jalan strategis: menjadikan transformasi digital sebagai instrumen pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.
Arah besar tersebut bertumpu pada tiga pilar utama yang kini menjadi fondasi kebijakan digital nasional.

Pertama adalah lokalisasi, sebuah langkah fundamental untuk memperkuat kemandirian digital melalui investasi infrastruktur komputasi di dalam negeri. Pengembangan edge computing dan layanan cloud nasional tidak sekadar soal teknologi, melainkan strategi geopolitik digital agar data, proses, dan nilai ekonomi tetap berakar di tanah Indonesia.

Foto: Istimewa

Kedua, inovasi, dengan menempatkan riset dan pengembangan sebagai jantung pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI tidak lagi dipahami sebatas alat efisiensi, melainkan sebagai penggerak daya saing bangsa. Tanpa ekosistem riset yang kuat, Indonesia berisiko menjadi pasar, bukan pelaku utama, dalam ekonomi digital global.

Ketiga, investasi strategis, yang melampaui pembangunan infrastruktur fisik. Investasi ini diarahkan untuk memastikan keterhubungan Indonesia dalam rantai ekosistem AI global, dari pengembangan talenta, penguatan industri, hingga integrasi sistem digital lintas sektor. Inilah fondasi agar transformasi digital tidak berhenti pada pertumbuhan, tetapi berlanjut pada keberlanjutan.

Namun, di balik peluang besar tersebut, terdapat satu tantangan krusial: keamanan siber. Semakin cerdas teknologi, semakin kompleks pula ancaman yang mengintainya. AI bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga berpotensi menjadi senjata baru dalam lanskap kejahatan siber.

AI dan Keamanan Siber: Menjaga Masa Depan Ruang Digital Nasional

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya Cybersecurity Offline Workshop #13 AI-Security, sebuah forum strategis yang mempertemukan negara, komunitas, dan masyarakat dalam satu ruang pembelajaran kolaboratif.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Yogyakarta bersama Komunitas Cyberkarta, sebagai bentuk nyata komitmen meningkatkan literasi dan keahlian keamanan siber berbasis kecerdasan buatan.

Kegiatan Cybersecurity Offline Workshop #13 AI-Security tersebut digelar , Sabtu (31/1/2026), mulai pukul 08.30 hingga 13.30 WIB, bertempat di Kantor Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Yogyakarta, Jalan Imogiri Barat KM 5, Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa

Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah, komunitas siber, dan masyarakat untuk memperdalam pemahaman serta kesiapan menghadapi tantangan keamanan digital di era kecerdasan buatan.

Mengusung tema AI-Security, kegiatan ini tidak hanya membahas ancaman dan teknologi, tetapi juga etika, tata kelola, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi era kecerdasan buatan yang semakin otonom.
Kehadiran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, sebagai Keynote Speaker, mempertegas posisi strategis isu keamanan siber dalam agenda nasional.

Negara tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi sebagai enabler ekosistem digital yang aman dan berdaulat.
Workshop ini menjadi penanda penting bahwa transformasi digital Indonesia tidak boleh berjalan tanpa pagar pengaman.

Keamanan siber bukan isu teknis semata, melainkan prasyarat utama bagi kepercayaan publik, keberlanjutan industri, dan stabilitas nasional di era digital.

Keamanan Digital adalah Fondasi Kepercayaan Industri dan Pariwisata

Di sela dinamika transformasi digital, Agus Budi Rachmanto, Sekretaris Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DPD DIY, menegaskan bahwa isu keamanan siber kini telah melampaui batas sektor teknologi dan masuk ke jantung industri berbasis pengalaman, termasuk pariwisata.

“Transformasi digital di industri rekreasi dan pariwisata tidak hanya bicara promosi digital atau sistem tiket daring. Yang jauh lebih penting adalah kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya bisa tumbuh jika sistem digitalnya aman,” ujar Agus.

Foto: Istimewa

Menurutnya, pemanfaatan AI dalam industri pariwisata (mulai dari analisis perilaku wisatawan, personalisasi layanan, hingga sistem manajemen pengunjung) harus dibarengi dengan kesiapan keamanan siber yang matang. Tanpa itu, digitalisasi justru berpotensi menjadi titik lemah baru.

Agus menilai kegiatan seperti Cybersecurity Offline Workshop #13 AI-Security memiliki nilai strategis karena menjembatani dunia kebijakan, teknologi, dan sektor riil. “Industri membutuhkan ruang belajar bersama. Tidak semua pelaku usaha memahami risiko siber secara utuh, padahal dampaknya bisa langsung ke reputasi dan keberlanjutan usaha,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Keamanan digital bukan tanggung jawab pemerintah atau teknolog saja. Ini kerja kolektif. Ketika SDM kita semakin sadar dan terlatih, maka ekosistem digital nasional akan jauh lebih kuat.”

Bagi Agus, transformasi digital yang sejati bukan tentang siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, tetapi siapa yang paling siap menjaga keberlanjutannya. “Di situlah makna keamanan siber, ia bukan penghambat inovasi, melainkan penjaga masa depan.”

AI dan pariwisata AI Indonesia AI Security BPSDM Komdigi cybersecurity Indonesia digital nasional Keamanan siber kedaulatan digital Transformasi Digital
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026
Berita Terbaru

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026 Berita Unggulan

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.