Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Januari 31
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » JFP Fashion Design Competition 2025 Angkat Wastra Batik dan Lurik Sleman ke Panggung Nasional
Berita Unggulan

JFP Fashion Design Competition 2025 Angkat Wastra Batik dan Lurik Sleman ke Panggung Nasional

KilasInformasiBy KilasInformasiDesember 11, 202503 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Grand Final JFP 2025 tampilkan inovasi batik dan lurik Sleman dari 15 desainer terbaik nasional, memperkuat Sleman sebagai pusat fashion berbasis wastra. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sleman, kilasinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dekranasda Sleman resmi menggelar Grand Final Jogja Fashion Parade (JFP) – Fashion Design Competition Batik dan Lurik Sleman 2025 di Atrium Sinta Sleman City Hall, Rabu (10/12/2025). Acara ini menjadi puncak program Gerbang Baru Sleman: Gerakan Bangga Berbatik dan Lurik yang telah berlangsung sejak 11 Oktober 2025 sebagai upaya memperluas penggunaan wastra lokal dan memperkuat posisi Sleman sebagai barometer fashion batik dan lurik.

Sebanyak 15 semifinalis terbaik dari total 526 pendaftar seluruh Indonesia tampil membawakan rancangan busana kerja modest dengan bahan utama batik dan lurik Sleman. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Palembang, Malang, Jambi, Ngawi, Magelang, Surabaya, hingga Purbalingga dan Pati, menunjukkan bahwa daya tarik wastra Sleman kini semakin luas diminati.

Ketua Dekranasda Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi kepada para finalis yang telah melalui proses panjang untuk menghadirkan desain kreatif berbasis budaya lokal. Ia menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan menafsirkan kembali batik serta lurik dalam nuansa modern. “JFP Fashion Design Competition tidak hanya menjadi kegiatan penutup akhir tahun, tetapi momentum penting untuk menghadirkan karya-karya inovatif yang memadukan kekayaan budaya Sleman dengan perkembangan mode modern,” ujar Parmilah. Ia juga menekankan bahwa kehadiran berbagai pemangku kepentingan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan wastra Sleman.

Hadir membuka acara, Ketua Harian Dekranasda DIY GKBRAA Paku Alam menekankan pentingnya menjaga identitas budaya melalui wastra. Ia mengajak seluruh pihak terus mengembangkan batik dan lurik hingga dapat mengangkat Yogyakarta sebagai kota fashion dunia. “Monggo kita sama-sama untuk melakukan kegiatan mendunia, tingkatkan semangat. Jadikan acara ini menjadi langkah awal Yogyakarta kota fashion dunia,” tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dekranasda Sleman, Asmat Pro Group, Bank Indonesia Kanwil DIY, dan Sleman City Hall. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan batik dan lurik Sleman diharapkan semakin meluas, terutama sebagai alternatif busana kerja modern yang mampu bersaing dengan tren fashion nasional.

Penjurian dilakukan oleh tiga praktisi mode nasional, yaitu Afif Syakur, Phillip Iswardono, dan Wiwid Hosanna. Mereka menilai kreativitas desain, teknik konstruksi, serta kemampuan peserta memadukan batik dan lurik menjadi busana kerja yang elegan dan aplikatif.

Pada penghujung acara, panitia mengumumkan para pemenang. Human Jasir dari Jambi meraih Harapan 3, disusul Lu’lu’ul Nabilah dari Purwakarta sebagai Harapan 2, dan Sauma Syaqiyyatul Jannah dari Semarang sebagai Harapan 1. Untuk kategori juara utama, posisi Juara 3 diraih Nabila Bunga dari Malang, Juara 2 oleh Tiara Yusita Wijayanti dari Sleman, dan Juara 1 berhasil dibawa pulang Siswanti dari Purbalingga.

Melalui JFP Fashion Design Competition 2025, Sleman berharap semakin banyak desainer muda terinspirasi mengembangkan karya berbasis wastra nusantara. Dengan ekosistem kreatif yang terus tumbuh, batik dan lurik Sleman diharapkan semakin dikenal secara nasional dan menjadi bagian dari tren fashion modern Indonesia.

Sumber : slemankab.go.id

#BatikSleman #DesainerMuda #FashionIndonesia #FashionSleman #IndustriKreatif #JFP2025 #JogjaFashionParade #LurikSleman #UMKMSleman #WastraNusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026
Berita Terbaru

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.