Kilasinformasi.com, Jakarta — Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Kementerian Agama mencatat keberhasilan dalam melayani 1,5 juta pegawai melalui pembelajaran digital terintegrasi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebesar 1,3 juta pegawai.
Kepala Pusbangkom SDM Kemenag, Mastuki, menilai capaian ini bukan sekadar soal angka, melainkan gambaran meningkatnya kesadaran aparatur sipil negara akan pentingnya pengembangan kompetensi di tengah perubahan sistem kerja.
Menurutnya, semangat belajar mandiri menjadi indikator utama keberhasilan transformasi tersebut. Pegawai Kemenag dinilai semakin adaptif terhadap perubahan dan aktif menyesuaikan kompetensi demi kemajuan organisasi.
Pengembangan kompetensi itu dijalankan melalui optimalisasi platform MOOC Pintar, yang menjadi tulang punggung pembelajaran digital terintegrasi di lingkungan Kemenag. Skema pembelajaran dilakukan secara masif melalui pelatihan daring dan sistem self learning, yang dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung.
Selain belajar mandiri, Pusbangkom SDM juga menyediakan knowledge sharing, klinik pembelajaran, serta pendampingan intensif berbasis teknologi. Secara keseluruhan, terdapat 110 jenis pelatihan, terdiri dari 42 program belajar terbimbing, 38 program berbagi pengetahuan, dan 13 uji kompetensi.
Dari sisi peserta, sebanyak 1,3 juta orang merupakan PNS dan PPPK Kementerian Agama. Sisanya berasal dari instansi lain serta masyarakat umum yang memiliki keterkaitan dengan tugas dan fungsi Kemenag. Berdasarkan kelompok usia, mayoritas peserta berada pada rentang 41–50 tahun (38 persen), disusul usia 31–40 tahun (28 persen), 51–60 tahun (21 persen), dan 21–30 tahun (11 persen).
Tak hanya menjangkau luas, kualitas layanan juga mendapat respons positif. Hasil evaluasi menunjukkan 82 persen peserta menyatakan sangat puas terhadap relevansi materi, kualitas penyajian, serta kemudahan penggunaan platform digital. Sementara itu, 80 persen peserta berkomitmen menerapkan hasil pembelajaran, dan 81 persen meyakini pengembangan kompetensi tersebut mampu meningkatkan efektivitas kerja serta kualitas layanan di unit masing-masing.
Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ekosistem pembelajaran digital yang inklusif, adaptif, dan
sumber: Kemenag


