Jakarta, 5 Desember 2025, kilasinformasi.com — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin agresif mempromosikan Raja Ampat sebagai destinasi selam kelas dunia melalui program familiarization trip (famtrip) bertajuk Beyond the Barrier: Raja Ampat Awaits! yang menyasar pelaku industri wisata selam dan jurnalis bawah laut dari Australia.
Langkah ini merupakan kolaborasi Kemenpar dengan Katembe Indonesia, sekaligus bagian dari strategi memperluas penetrasi pasar wisata bahari di segmen penyelam internasional.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Australia merupakan pasar potensial dengan minat tinggi terhadap wisata bahari Indonesia. “Lebih dari 49% wisatawan Australia datang untuk menikmati laut Indonesia. Ini peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia,” ujar Made.
Kapan dan di mana kegiatan dilakukan?
Famtrip berlangsung pada 26 November–2 Desember 2025 di Raja Ampat, Papua Barat Daya, melibatkan empat pelaku industri selam Australia: Dive Adventures Australia, Diveplanit Travel Pty Ltd, Pro Dive Sydney, dan Nigel Marsh Photography.
Apa yang dilakukan peserta?
Mereka menyelami ikon-ikon dunia seperti Mioskon, Friwen Wall, Blue Magic, Manta Sandy, Arborek, Melissa’s Garden, hingga Piaynemo. Selain menikmati keindahan bawah laut Raja Ampat, peserta juga berinteraksi dengan budaya lokal, termasuk mengunjungi suku “Viking Papua” di Desa Wisata Arborek.
Made menegaskan bahwa promosi ini tidak hanya menonjolkan kekayaan laut Indonesia, tetapi juga menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas. “Raja Ampat adalah destinasi premium. Kelestarian lingkungan harus selalu dijaga agar kualitas selamnya tetap kelas dunia,” katanya.
Selama kegiatan, peserta juga bermalam di Katembe Private Island dan mendapatkan kesempatan menjelajahi situs megabiodiversitas yang menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu perairan paling kaya di dunia.
Program ini ditutup dengan sesi business networking di Jakarta bersama berbagai pemangku kepentingan seperti PADI, ASITA, IINTOA, JANGKAR, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Yulia, menuturkan bahwa forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan kebijakan, peluang investasi, dan tren terbaru wisata bahari global.
Kemenpar menegaskan bahwa famtrip ini adalah bagian dari program “Pariwisata Naik Kelas,” sekaligus mendukung target 1,8 juta wisatawan Australia ke Indonesia pada tahun mendatang.
Kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari Katembe Indonesia hingga Garuda Indonesia Sydney, Marriott Bonvoy, Le Meridien Jakarta, dan Grand Anara Airport Hotel, disebut mampu memperkuat eksposur Indonesia di pasar internasional.
“Famtrip ini menjadi langkah nyata meningkatkan awareness dan memperluas eksposur Raja Ampat di pasar Australia,” ujar Made.
Sumber : kemenpar.go.id


