Masih banyak yang percaya mitos makan ikan bisa menyebabkan cacingan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun turun tangan lewat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk menepis anggapan keliru ini, terutama di wilayah Sumatera Selatan.
Kilasinformasi.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggencarkan edukasi soal manfaat makan ikan lewat program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Salah satu fokusnya adalah menghapus mitos lama bahwa makan ikan bisa menyebabkan cacingan, yang masih melekat di sebagian masyarakat.
Upaya tersebut dijalankan KKP di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di wilayah Palembang dan Banyuasin, dengan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan perempuan yang baru menikah. Ketiganya dianggap sebagai kelompok strategis untuk meningkatkan minat konsumsi ikan di lingkungan keluarga.
Baca Juga, Kilasinformasi: KKP Dorong Teaching Factory, 76 Persen Lulusan Vokasi Kelautan Langsung Terserap Kerja
“Ini pola pikir lama yang perlu kita ubah. Makan ikan justru penting untuk tumbuh kembang anak dan mencegah stunting,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah, dalam siaran pers KKP di Jakarta, Selasa (2/7/2025).
Tornanda memaparkan, angka stunting nasional pada 2024 masih tinggi, yakni 19,8%. Di Sumsel sendiri, prevalensi stunting sebesar 15,9%, sementara di Kabupaten Banyuasin angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai 20,4% berdasarkan data 2023.
Sebagai langkah konkret, KKP membagikan 500 paket produk perikanan kepada kelompok rentan stunting di setiap lokasi kegiatan. Paket ini sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku UMKM perikanan, serta memperkuat sektor hilir dari usaha perikanan kecil.
Selain itu, Tornanda juga mendorong Banyuasin menjadi lokasi Kampung Nelayan/Budidaya Merah Putih sebagai percontohan nasional. Kampung ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan budidaya perikanan dan konsumsi ikan masyarakat.
Baca Juga, Kilasinformasi: KKP Dorong Konservasi Arwana Super Red
Anggota Komisi IV DPR RI asal Sumsel, Kartika Sandra Desi alias Cici, turut menyuarakan dukungannya terhadap program ini. Ia mengakui bahwa mitos soal makan ikan menyebabkan cacingan juga pernah memengaruhinya semasa kecil. Kini, ia justru ingin mengubah persepsi masyarakat melalui kampanye aktif.
“Ikan itu murah, penuh gizi, dan baik untuk otak serta tulang. Kami siap dukung Banyuasin jadi Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Cici.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya juga menegaskan bahwa peningkatan konsumsi ikan adalah strategi gizi nasional, sekaligus jalan untuk menyejahterakan nelayan dan pembudidaya ikan lokal.
Sumber: KKP


