Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Januari 31
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » KND Dorong Penguatan Layanan Disabilitas di Kubu Raya, Soroti Data dan Akses Inklusif
Berita Unggulan

KND Dorong Penguatan Layanan Disabilitas di Kubu Raya, Soroti Data dan Akses Inklusif

KilasInformasiBy KilasInformasiDesember 3, 202502 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KND mendorong Kubu Raya memperkuat pendataan dan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih berkeadilan. Foto : Isttimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kubu Raya, kilasinformasi.com — Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia mendorong Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk memperkuat pendataan dan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas. Dorongan itu disampaikan KND saat melakukan kunjungan kerja dan ekspos kebijakan disabilitas di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (2/11/2025).

Ketua KND RI, Dante Rigmalia, mengapresiasi keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Tahun 2022 tentang Disabilitas yang dinilai cukup progresif dan berpihak pada kelompok rentan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa implementasi kebijakan harus dibarengi dengan data yang akurat dan fasilitas layanan yang memadai.

Dante menjelaskan bahwa data penyandang disabilitas di Indonesia masih menunjukkan perbedaan signifikan antar lembaga. Berdasarkan data WPS terdapat 22 juta penyandang disabilitas, Reksosek mencatat 4,1 juta, sementara DTSEN hampir mencapai 12 juta. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 15 persen populasi merupakan penyandang disabilitas, atau ekuivalen 28 juta jiwa di Indonesia.

“Data yang beragam ini menunjukkan perlunya pemutakhiran dan validasi yang lebih kuat. Tanpa data yang akurat, kebijakan sulit tepat sasaran,” ujarnya.

Selain soal data, ia menyoroti beragam tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas, mulai dari stigma sosial, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, hingga peluang kerja yang belum setara. Menurutnya, banyak penyandang disabilitas harus menanggung beban biaya tambahan dan kerap menemui layanan publik yang belum ramah inklusi.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Arianto, mengakui bahwa pendataan disabilitas di Kubu Raya memang masih jauh dari ideal. Ia menyebut, dari total penduduk lebih dari 600 ribu jiwa, seharusnya terdapat sekitar 9.000 hingga 10.000 penyandang disabilitas berdasarkan standar WHO, namun data Disdukcapil baru mencatat sekitar seribuan.

“Ini menjadi pekerjaan besar bagi kami. Koordinasi lintas perangkat daerah akan segera diperkuat untuk menindaklanjuti masukan dari KND,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kubu Raya, Wasilun, menuturkan bahwa pemerintah daerah rutin menyalurkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Pada tahun ini saja, sebanyak 63 alat bantu — sebagian besar berupa kursi roda — telah diberikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan.

KND berharap penguatan pendataan, fasilitas, dan layanan inklusif di Kubu Raya dapat segera terwujud, sehingga seluruh penyandang disabilitas dapat memperoleh akses layanan publik yang setara, berkeadilan, dan manusiawi.

Sumber : Infopublik

#AksesPublik #InklusiSosial #KalimantanBarat #KND #KubuRaya #LayananInklusif #PelayananPublik #PendataanDisabilitas #PerdaDisabilitas Disabilitas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026

Tanah Kas Desa, Lingkungan, dan Koperasi: Tiga Isu Krusial yang Menentukan Masa Depan Kalurahan

Januari 29, 2026
Berita Terbaru

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026 Berita Unggulan

Tanah Kas Desa, Lingkungan, dan Koperasi: Tiga Isu Krusial yang Menentukan Masa Depan Kalurahan

Januari 29, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.