Aceh, kilasinformasi.com – Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Republik Indonesia memperkuat kolaborasi dengan media lokal Aceh melalui rangkaian Public Hearing yang digelar di Universitas Syiah Kuala, Kamis (11/12). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi dan pembenahan Polri secara menyeluruh sesuai aspirasi masyarakat di berbagai daerah. Untuk memastikan proses penyerapan aspirasi berjalan inklusif, Tim Sekretariat Komisi melakukan Media Visit ke sejumlah institusi pers, antara lain Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Aceh, Kantor Berita Antara Biro Aceh, Serambi News, dan TVRI Aceh.
Anggota Sekretariat Komisi, Faisal Fahmi, menjelaskan bahwa proses public hearing telah dilakukan sebanyak delapan kali sejak komisi dibentuk. Ragam elemen masyarakat telah terlibat, mulai dari lembaga penegakan hukum, aktivis lingkungan, LSM agraria, organisasi perempuan, kelompok disabilitas, hingga organisasi keagamaan. Faisal menegaskan bahwa Aceh menjadi daerah pertama yang dikunjungi karena komisi ingin mendengar lebih dalam aspirasi masyarakat secara langsung. Ia berharap kolaborasi media dapat memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan antusiasme publik untuk memberi masukan konstruktif.
Faisal juga mengajak masyarakat di berbagai daerah seperti Medan, Ambon, Balikpapan, Palu, dan Makassar untuk terlibat aktif dalam proses perbaikan institusi Polri. Ia menilai media berperan penting sebagai jembatan informasi agar semangat reformasi menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Aceh, Edi Yandra, menyambut baik langkah ini. Ia menilai public hearing merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali kehadiran polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Dari perspektif media, Kepala Biro Antara Aceh, Rian Anggoro, menekankan bahwa media dan Polri memiliki hubungan yang saling melengkapi sehingga proses reformasi harus melibatkan ruang dialog yang terbuka.
Kunjungan ke Serambi News juga menghasilkan respons positif. Pemimpin Redaksi Serambi News, Zainal Arifin M Nur, mengungkapkan harapan agar komisi dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian melalui langkah-langkah pembenahan yang nyata. Hal senada disampaikan Kepala Stasiun TVRI Aceh, Ali Qausen, yang menyatakan komitmennya dalam mendukung diseminasi informasi tentang proses reformasi Polri agar publik merasakan dampaknya secara langsung.
Rangkaian Media Visit ini menjadi langkah strategis Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk memastikan komunikasi publik berlangsung efektif, transparan, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Polri yang lebih responsif, humanis, dan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Sumber : setneg.go.id


