Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Januari 31
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Kurikulum Bahasa Gorontalo Mendesak Disusun, Jawaban atas Tantangan Generasi Muda
Berita Unggulan

Kurikulum Bahasa Gorontalo Mendesak Disusun, Jawaban atas Tantangan Generasi Muda

KilasInformasiBy KilasInformasiSeptember 14, 202502 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Bahasa Gorontalo terancam punah. Pakar UNG dorong kurikulum baku di sekolah agar bahasa daerah tetap hidup dan diwariskan ke generasi muda. Foto: tangkapan layar/Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bahasa Gorontalo kini menghadapi ancaman serius di tengah arus modernisasi. Para pakar menilai, penyusunan kurikulum yang baku dan terstandar di sekolah menjadi langkah mendesak agar bahasa daerah ini tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.

KilasInformasi.com, Kota Gorontalo – Perlindungan Bahasa Gorontalo semakin mendesak dilakukan. Tantangan besar yang dihadapi menuntut hadirnya kurikulum pembelajaran yang baku, terstandar, dan dapat diterapkan secara luas di sekolah.

Isu ini mengemuka dalam seminar daring yang digelar Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (13/9/2025).

Ahli pembelajaran bahasa sekaligus peneliti UNG, Prof. Dr. Moon Hidayati Otoluwo, mengungkapkan tiga tantangan utama. Pertama, vitalitas Bahasa Gorontalo yang kian menurun menurut indikator UNESCO. Kedua, semakin sedikit generasi muda yang aktif menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, faktor sosial dan lingkungan yang membuat pemertahanan bahasa semakin sulit.

Data yang dipaparkan Moon memperkuat urgensi tersebut. Di sejumlah daerah, frekuensi penggunaan Bahasa Gorontalo menunjukkan tren penurunan signifikan: Bone Bolango (79%), Gorontalo Utara (42,1%), Kota Gorontalo (64%), Boalemo (64%), dan Pohuwato (55,5%).

Meski demikian, ia menilai peluang masih terbuka. Kebijakan lokal, dukungan regulasi, hingga kesadaran masyarakat yang meningkat bisa menjadi modal penting. “Yang tidak kalah penting adalah adanya peluang berupa kesadaran masyarakat dan lembaga pendidikan yang mulai meningkat dalam melestarikan bahasa daerah,” ujar Moon.

Kepala Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah UNG, Prof. Dr. Suleman Bouti, menegaskan kurikulum yang ideal adalah jawaban untuk menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, keberadaan Bahasa Gorontalo di pendidikan formal, khususnya tingkat SD dan SMP, masih jauh dari optimal.

“Kondisi faktual menunjukkan kurikulum pembelajaran Bahasa Gorontalo belum memiliki rancangan yang baku, terstandar, dan menyeluruh. Akibatnya, implementasi di sekolah berjalan tidak seragam, dengan keterbatasan materi ajar, metode pembelajaran, hingga standar evaluasi,” tegas Suleman.

Seminar ini juga menghadirkan pakar bahasa daerah dari UPI Bandung, Prof. Dr. Yayat Sudaryat, dengan tujuan menggali kondisi aktual pembelajaran sekaligus merumuskan prinsip desain kurikulum yang mampu memperkuat posisi Bahasa Gorontalo di dunia pendidikan.

sumber: infopublik.id

#BahasaDaerah #BahasaGorontalo #BudayaLokal #GenerasiMuda #KotaGorontalo #KurikulumBahasa #PelestarianBudaya #Pendidikan #UNG kilasinformasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026
Berita Terbaru

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.