Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Februari 1
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Menyemai Harapan di Perbatasan: Ketulusan Ipda Densy dan Suami Membuka Jalan Anak-anak Belu
Pendidikan

Menyemai Harapan di Perbatasan: Ketulusan Ipda Densy dan Suami Membuka Jalan Anak-anak Belu

KilasInformasiBy KilasInformasiMei 9, 202503 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Menyemai Harapan di Perbatasan: Ketulusan Ipda Densy dan Suami Membuka Jalan Anak-anak Belu. foto: Mediahub.Polri
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ipda Densy dan suaminya membangun PAUD dan panti asuhan gratis di NTT demi masa depan anak-anak kurang mampu, tanpa sponsor, hanya dengan cinta dan iman.

Kilasinformasi.com,Belu, NTT – Di sudut perbatasan Indonesia–Timor Leste, di tengah kerasnya tugas menjaga wilayah, seorang anggota Polri menjalankan misi yang lebih sunyi, namun sangat bermakna: membangun masa depan anak-anak yang nyaris kehilangan harapan.

Namanya Ipda Ristiany Densy Doko, Kanit SPKT 3 Polres Belu. Bersama sang suami, Aipda Nikodemus Dubu, ia mendirikan Yayasan Gracia Hati Mulia di Atambua Selatan, Kabupaten Belu. Yayasan ini menaungi Panti Asuhan dan PAUD Elshaddai, tempat pendidikan gratis untuk anak-anak dari keluarga tak mampu.

Yang membuat kisah ini menyentuh adalah kenyataan bahwa semua biaya—dari seragam, buku, makan, hingga pendidikan—ditanggung sendiri oleh pasangan ini. Tanpa sponsor besar, tanpa donatur tetap. Semuanya mengalir dari gaji mereka sebagai abdi negara dan sedikit penghasilan dari usaha kos-kosan.

Baca Juga, Kilasinformasi: Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Lewat Operasi Serentak

“Kami hanya ingin hidup kami berarti bagi orang lain,” tutur Ipda Densy, menahan haru saat menceritakan tekad yang lahir dari pengalaman pribadi ketika ia divonis sakit berat pada 2019. Dalam titik terendah hidupnya, ia bernazar: jika Tuhan beri kesempatan hidup, maka ia akan membaktikan diri untuk membantu sesama.

Nazarnya menjadi nyata. Kini, sebanyak 99 anak telah dibina melalui yayasan tersebut. Sebanyak 13 di antaranya tinggal penuh di panti asuhan, mendapatkan dukungan penuh untuk makan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Anak-anak lainnya tetap disantuni meski tinggal bersama keluarga masing-masing.

“Bukan karena kami kaya, tapi karena kami percaya bahwa tangan yang memberi tidak akan pernah kekurangan,” kata Ipda Densy.

Di balik dedikasi luar biasa itu, terselip pula tantangan berat. Untuk membeli seragam siswa saja bisa menghabiskan lebih dari belasan juta rupiah. Buku tulis dan bacaan mencapai Rp 8 juta per semester. Namun pasangan ini tidak pernah menghitung pengorbanan itu sebagai beban. Bagi mereka, investasi sejati adalah masa depan anak-anak.

Salah satu guru PAUD Elshaddai, Rulyin Vinelsye Djami, bahkan menyebut Ipda Densy layak dinominasikan untuk Hoegeng Awards 2025, penghargaan bagi anggota Polri yang bekerja dengan integritas dan keteladanan.

“Beliau membangun sekolah dan panti ini bukan karena berkelebihan, tapi karena hati yang luar biasa besar,” ujar Rulyin.

Baca Juga, Kilasinformasi: Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa UKI

Apa yang dilakukan Ipda Densy dan suami adalah bentuk nyata dari polisi humanis—menjaga bukan hanya wilayah, tapi juga harapan dan masa depan generasi muda. Di tengah tantangan hidup di daerah perbatasan, Yayasan Gracia Hati Mulia berdiri sebagai simbol cinta kasih yang tak lekang oleh waktu.

Kisah mereka menjadi pengingat, bahwa harapan bisa tumbuh di tempat yang tak terduga. Bahwa cinta, ketika digerakkan oleh ketulusan, bisa menyulut terang bahkan di sudut terjauh negeri ini.

Sumber: Mabes Polri

Hoegeng Awards 2025 kisah inspiratif anggota Polri panti asuhan Gracia Hati Mulia PAUD Elshaddai Belu pendidikan anak perbatasan pendidikan gratis NTT pengabdian Polri polisi humanis Polres Belu yayasan anak kurang mampu
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026

Tanah Kas Desa, Lingkungan, dan Koperasi: Tiga Isu Krusial yang Menentukan Masa Depan Kalurahan

Januari 29, 2026
Berita Terbaru

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026 Berita Unggulan

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.