Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Januari 31
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » Nilai Kearifan Lokal Jadi DNA Baru Pengelolaan Destinasi Wisata DIY
Berita Unggulan

Nilai Kearifan Lokal Jadi DNA Baru Pengelolaan Destinasi Wisata DIY

KilasInformasiBy KilasInformasiAgustus 9, 202503 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Empat nilai Jawa klasik jadi panduan baru manajemen pariwisata Yogyakarta untuk membangun destinasi berkarakter dan berdaya saing global. Foto: Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pariwisata Yogyakarta kini diarahkan untuk tak hanya memikat wisatawan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam. Empat nilai Jawa klasik — Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh — diangkat sebagai fondasi manajemen destinasi yang berkarakter dan berdaya saing global.

Kilasinformasi.com, Kulon Progo, Sabtu, 9 Agustus 2025 – Dalam lanskap pariwisata yang semakin dinamis, Daerah Istimewa Yogyakarta memerlukan paradigma manajemen yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga kokoh secara filosofis. Empat nilai Jawa klasik – Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh – menawarkan kerangka karakter yang dapat menjadi DNA pengelolaan destinasi berbasis budaya sekaligus kompetitif di tingkat global.

Bertempat di Segajih Live in & Education, Desa Wisata Segajih, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, kegiatan ini mempertemukan para pengelola destinasi, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas kreatif untuk merumuskan arah baru pariwisata DIY.

Menurut Agus Budi Rahmanto, Wakil Ketua Bidang Obyek Daya Tarik Wisata dan Event, DPD GIPI DIY, nilai-nilai ini adalah pondasi yang membedakan pengelolaan pariwisata di Yogyakarta. “Sawiji memberi kita fokus, Greget memberi energi, Sengguh menanamkan percaya diri yang realistis, dan Ora Mingkuh memastikan kita bertahan di tengah tantangan. Inilah karakter yang akan membuat destinasi kita tidak sekadar ramai dikunjungi, tapi dirindukan,” ujarnya.

Baca Juga, Kilasinformasi: Menaker Ajak Perusahaan Beri Pekerja Ruang Rayakan HUT ke-80 RI

Sawiji menuntut pengelola destinasi untuk menyatukan visi, strategi, dan eksekusi tanpa tercerai oleh distraksi pasar. Dalam konteks pemasaran, ini berarti membangun citra destinasi secara konsisten di benak wisatawan, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Greget memberi dorongan energi membara – semangat untuk berinovasi, mencipta pengalaman yang menggugah, dan membangun daya tarik yang mampu bersaing di arena global. Destinasi tanpa greget ibarat panggung tanpa cahaya.

Sengguh adalah keyakinan diri yang realistis. Destinasi yang percaya pada nilai uniknya akan berani tampil dengan identitas sendiri, tanpa rasa inferior di hadapan brand wisata lain. Keyakinan ini menjadi modal membangun Unique Selling Proposition yang membedakan destinasi DIY di panggung dunia.

Ora Mingkuh adalah keteguhan untuk bertanggung jawab, tidak mundur di tengah tantangan – entah itu krisis ekonomi, bencana alam, atau persaingan pasar yang ketat. Prinsip ini menjadi fondasi keberlanjutan (sustainability) yang sesungguhnya.

Nilai-nilai ini menantang semua pemangku kepentingan untuk melihat pariwisata bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai ruang hidup yang memerlukan kepemimpinan berkarakter. Jika destinasi hanya dikelola berdasarkan permintaan pasar sesaat, ia akan kehilangan jati diri. Tetapi jika dibangun dengan fokus, energi, keyakinan, dan keteguhan, ia akan menjadi destinasi yang bukan hanya dikunjungi, tetapi dirindukan.

Pertanyaannya: Apakah kita siap mengelola pariwisata dengan karakter, bukan sekadar strategi?

#DesaWisata #KulonProgo #ManajemenPariwisata #NilaiJawa #PariwisataYogyakarta #SawijiGregetSengguhOraMingkuh #SustainableTourism #VisitYogyakarta #WisataBudaya #WisataDIY
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026
Berita Terbaru

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan

Wamenag Tegaskan Sila Pertama Pancasila Harus Menjiwai Seluruh Tugas ASN Kemenag

Januari 30, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.