Kilas Informasi.com, Maluku Tenggara— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara memulai pembangunan 500 unit rumah bersubsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP). Proyek ini menjadi bagian dari Program Nasional Tiga Juta Rumah, serta menandai komitmen kuat pemerintah untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menyebut kuota tersebut merupakan yang terbesar di Provinsi Maluku, hasil dari komunikasi dan lobi intensif antara Pemkab dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Ini hasil perjuangan bersama Kementerian PUPR. Maluku Tenggara mendapat kuota 500 unit rumah bersubsidi, terbanyak di antara kabupaten lain di Maluku,” ujar Bupati Thaher dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan perkantoran Pemkab Maluku Tenggara, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, pembangunan rumah bersubsidi ini tidak hanya untuk mengatasi kekurangan hunian, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kami ingin masyarakat, baik ASN maupun non-ASN, memiliki rumah layak dengan harga terjangkau. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud nyata keadilan sosial,” tambahnya.
Untuk tahap pertama, Pemkab Maluku Tenggara telah menyiapkan lahan seluas 96 hektare. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta Kementerian ATR/BPN guna mempercepat proses pembangunan dan sertifikasi lahan.
Bupati Thaher berharap, sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat dan memperkuat daya beli masyarakat di daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Maluku Tenggara, Afan Ifat, menuturkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menuntaskan rumah tidak layak huni dan kawasan kumuh di daerah tersebut.
“Ini implementasi langsung dari program nasional tiga juta rumah, untuk memberikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.
Afan menambahkan, skema KPR-FLPP memberikan suku bunga tetap 5 persen dengan tenor hingga 20 tahun, menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan ASN yang belum memiliki rumah.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Maluku Tenggara juga memberikan hibah lahan kepada pemerintah pusat dan menjalin kolaborasi erat dengan BTN serta Pemerintah Provinsi Maluku agar penyaluran subsidi tepat sasaran.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, terutama Bapak Bupati, sehingga program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku Tenggara,” tutup Afan.
Pembangunan 500 unit rumah bersubsidi ini diharapkan menjadi awal baru pemerataan pembangunan perumahan di kawasan timur Indonesia, sekaligus simbol komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial melalui akses hunian yang layak bagi semua.
Sumber: Info Publik


