Ekonomi hijau makin nyata di Agam. Bersama PLN, Pemprov Sumbar mendukung Kelompok Tani Hutan GILA Aren mengembangkan budidaya lebah galo-galo, menghasilkan madu dan propolis bernilai ekonomi tinggi.
Kilasinformasi.com, Agam – Kabupaten Agam mendapat dorongan nyata untuk memperkuat ekonomi berbasis lingkungan melalui program PLN Peduli. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar menyerahkan 145 stup lebah galo-galo (Trigona sp) beserta alat sedot madu kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) GILA Aren di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (2/10/2025).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang menekankan manfaat ekonomi sekaligus pelestarian ekosistem hutan.
“Bantuan lebah galo-galo ini sangat tepat sasaran. Selain menghasilkan madu, propolis dari lebah jenis ini bernilai ekonomi lebih tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Mahyeldi.
Menurut Gubernur, propolis dari lebah galo-galo lebih melimpah dibanding lebah madu biasa, membuka peluang pengembangan produk unggulan lokal dengan nilai tambah tinggi. Ia berharap pengelolaan bantuan dilakukan profesional, menjadi contoh ekonomi hijau berkelanjutan di nagari lain.
Program ini sejalan dengan komitmen PLN Peduli dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis hutan lestari. Dengan mengintegrasikan ekonomi dan ekologi, masyarakat dapat menjaga hutan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil hutan bukan kayu.
Dengan dukungan tersebut, KTH GILA Aren diharapkan mampu mengembangkan produk madu dan propolis unggulan, memperluas jaringan pemasaran, serta menggerakkan ekonomi lokal tanpa merusak lingkungan.
Mahyeldi menegaskan pentingnya pendampingan teknis dan pelatihan berkelanjutan bagi petani hutan agar produktivitas dan kualitas produk tetap optimal.
“Semoga program ini menjadi titik awal pengembangan ekonomi berkelanjutan di Koto Malintang, sekaligus menginspirasi nagari lainnya di Sumatera Barat,” tutup Gubernur.
Bantuan lebah galo-galo ini menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan visi Sumatera Barat Hijau dan Sejahtera.
sumber: Infopublik.id


