Kilasinformasi.com, Ciamis – Stadion Galuh Ciamis, Jawa Barat, mulai dipadati masyarakat sejak menjelang pukul 19.00 WIB, Jumat (9/1/2026). Warga dari berbagai daerah datang berbondong-bondong mengenakan busana putih untuk menghadiri Shalawat Kebangsaan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan akbar yang digelar di wilayah Tlatah Galuh itu mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Suasana stadion kian khusyuk ketika lantunan shalawat menggema, dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama Majelis Taklim Ahbabul Musthofa dari Solo, Jawa Tengah.
Wakil Menteri Agama Romo H. Muhammad Syafi’i yang hadir langsung di tengah ribuan jamaah menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang Kementerian Agama yang telah memasuki usia 80 tahun. Momentum tersebut, menurutnya, menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan spiritual melalui shalawat bersama.
“Shalawat adalah ibadah karena perintah Allah SWT. Ketika kita bershalawat, berarti kita sedang melaksanakan perintah-Nya,” ujar Romo Muhammad Syafi’i di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, shalawat tidak hanya membawa kebaikan bagi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga bagi umat yang melantunkannya. Dalam kesempatan itu, Wamenag juga menyinggung pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya persatuan elite dan kebersamaan rakyat dalam membangun Indonesia.
“Malam ini kita buktikan, kita hadir bersama dan bersatu untuk bershalawat, demi Indonesia yang maju dan bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menjelaskan bahwa Shalawat Kebangsaan ini juga menjadi sarana doa bersama untuk bangsa, khususnya bagi masyarakat yang terdampak musibah di Sumatra dan Aceh.
“Mari kita bershalawat bersama demi keberkahan negeri. Kita doakan saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh agar diberi ketabahan dan kesabaran,” ucap Dudu Rohman.
Ia berharap, kegiatan religius berskala besar ini membawa keberkahan bagi Indonesia, khususnya Jawa Barat, sekaligus memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk menggairahkan perekonomian masyarakat sekitar.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kemenag se-Jawa Barat, unsur Forkopimda, wali kota dan bupati, pimpinan pondok pesantren, para santri, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan.
sumber: Kemenag


