Close Menu
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Februari 1
Facebook X (Twitter) Instagram
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Kilas Informasi – AKtual,Informatif,TerpercayaKilas Informasi – AKtual,Informatif,Terpercaya
You are at:Beranda » RKSA 2025: Kalbe dan Kemendiktisaintek Perkuat Riset Nasional Lewat Kolaborasi Pentahelix
Berita Unggulan

RKSA 2025: Kalbe dan Kemendiktisaintek Perkuat Riset Nasional Lewat Kolaborasi Pentahelix

KilasInformasiBy KilasInformasiDesember 8, 202503 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Kalbe dan Kemendiktisaintek meluncurkan RKSA 2025 untuk memperkuat riset nasional melalui kolaborasi pentahelix dan hilirisasi penelitian. Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, kilasinformasi.com — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) kembali memperkuat ekosistem riset nasional melalui gelaran Ristek Kalbe Science Awards (RKSA) 2025 yang mengusung tema “Kerja Sama Pentahelix dalam Menunjang Hilirisasi Penelitian”. Program ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai upaya mendorong transformasi sains dan teknologi menjadi penggerak ekonomi dan sosial bangsa.

Pengumuman tiga tim penerima dana penelitian RKSA 2025 dilakukan pada Rabu (3/12/2025) di Auditorium Ditjen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Para pemenang terpilih dari 420 judul penelitian yang diajukan dan diseleksi secara ketat oleh dewan juri.

Presiden Direktur Kalbe, Irawati Setiady, menegaskan bahwa RKSA merupakan bentuk komitmen Kalbe dalam menjembatani sinergi antara industri dan peneliti agar hasil riset dapat dihilirisasi menjadi produk maupun layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Indonesia memiliki banyak potensi inovasi sains dan teknologi. Melalui RKSA, Kalbe ingin mempercepat hilirisasi riset agar memberi manfaat ekonomi dan sosial,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Kemitraan antara Kalbe dan Kemendiktisaintek selaras dengan inisiatif “Diktisaintek Berdampak” yang menargetkan penguatan ekosistem penelitian nasional. Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor agar hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Dewan Juri RKSA 2025, Prof. Dr. Amin Soebandrio, menekankan bahwa kualitas riset harus terintegrasi dengan misi kemandirian kesehatan bangsa. Ia menyebut penjurian dilakukan secara holistik dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan industri untuk memastikan riset siap dihilirisasi dan dipasarkan. “Kami pun akan memantau proses penelitian para pemenang secara berkala,” tegasnya.

Selain Prof. Amin, jajaran dewan juri RKSA 2025 terdiri atas para ahli dari Kemenkes, BPPT, Kemendiktisaintek, dan Kalbe, termasuk dr. Taruna Ikrar dan Sie Djohan sebagai dewan juri kehormatan.

Ketua Panitia RKSA 2025, Jimmy Susanto, menambahkan bahwa model kolaborasi pentahelix—melibatkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media—diterapkan untuk mempercepat komersialisasi hasil riset. “Tujuannya agar riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa digunakan masyarakat luas,” katanya.

Tahun ini, RKSA memfokuskan penelitian pada bidang Pharma & Biopharma, Allogeneic Cell Therapy, e-Health, Medical Devices, Diagnostics, Health, Food & Beverages, serta Natural Products. Kalbe juga mendorong peneliti untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam riset mereka.

Berikut tiga penerima dana penelitian RKSA 2025:
• Achmad Himawan – Universitas Hasanuddin: AI-assisted Diagnostics of Atopic Dermatitis: Combination of Photographic Recognition and Transdermal Biomarker Sampling.
• Aulia Arif Iskandar – Swiss German University: Perangkat EKG Cerdas 5-Lead Portabel berbasis AI untuk skrining kardiovaskular real-time.
• Dr. Widiastuti Setyaningsih – Universitas Gadjah Mada: Hilirisasi Tablet Effervescent Kombucha Rosella sebagai minuman fungsional antidiabetik dengan integrasi AI-NIR untuk pengendalian mutu real-time.

Sejak pertama kali digelar pada 2008, RKSA menjadi bagian dari pilar keberlanjutan Kalbe dalam mendorong inovasi sains dan teknologi kesehatan. “Kalbe berharap proses hilirisasi ini dapat menghasilkan produk dan jasa yang mampu menyehatkan bangsa Indonesia,” pungkas Irawati.

Informasi lengkap tentang RKSA 2025 dapat diakses melalui situs resmi kalbe-rksa.com.

Sumber : Infopublik

#AIResearch #HilirisasiRiset #InovasiKesehatan #KalbeFarma #Kemendiktisaintek #KesehatanIndonesia #Pentahelix #RisetNasional #RKSA2025 #SainsTeknologi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
KilasInformasi
  • Website

Berita Terkait

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026
Berita Terbaru

Indonesia Siap Lompat Jauh di Era AI, Keamanan Siber Jadi Tameng Utama Transformasi Digital

Februari 1, 2026 Berita Unggulan

Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora, Profesional Non ASN Diberi Peluang

Januari 31, 2026 Berita Unggulan

TPS Karangsaru Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Alihkan Fungsi Jadi Taman Lingkungan

Januari 30, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
© 2019 Kilas Informasi - All Right Reserved.
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.