Sleman, Kilas Informasi — Pemerintah Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Percepatan Penurunan Stunting 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Kegiatan berlangsung pada Rabu (19/11/2025) di Ruang Puntadewa Lantai II Kapanewon Seyegan.
Lokakarya diikuti berbagai unsur, antara lain perwakilan Puskesmas Seyegan, KUA Seyegan, pemerintah kalurahan, kader kesehatan, TP PKK, serta mitra pembangunan. Forum ini dirancang untuk menyelaraskan strategi dan memperkuat dukungan program pencegahan stunting di tingkat keluarga.
Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu, menegaskan pentingnya kerja bersama dalam percepatan penurunan stunting agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.
“Kader kesehatan dituntut memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, terutama terkait pencatatan dan pelaporan konvergensi stunting di wilayahnya,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan Bety Nur Utami, Penanggung Jawab Program Gizi Puskesmas Seyegan, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Bety memaparkan perkembangan terbaru angka stunting di Seyegan serta tantangan yang masih dihadapi, mulai dari rendahnya kesadaran gizi keluarga hingga pemerataan layanan pendampingan gizi.
Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan strategi penanganan 2026, terutama melalui intervensi spesifik dan sensitif seperti edukasi gizi, peningkatan cakupan posyandu, serta penguatan pendataan by name by address.
“Lokmin ini merupakan bagian dari enam komponen aksi 7 yang telah kita laksanakan beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Bety juga membahas lima pilar Strategi Nasional Penurunan Stunting sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021, termasuk lima kelompok sasaran utama: balita hingga 59 bulan, remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ia turut menerangkan delapan aksi integrasi sebagai penjabaran aksi 7, berikut beberapa regulasi yang menjadi landasan hukum penanggulangan stunting.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti diskusi kelompok untuk merumuskan rencana aksi di masing-masing kalurahan. Setiap wilayah menyusun target penurunan stunting beserta langkah konkret seperti optimalisasi dana desa, penguatan peran kader, serta mekanisme monitoring berkelanjutan agar program berjalan terarah dan terukur.
Pemerintah Kapanewon Seyegan optimistis pendekatan kolaboratif dan terintegrasi ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Harapannya, upaya bersama tersebut mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
Sumber : Infopublik


