Kilasinformasi.com, Taman PintarYogyakarta — Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPD PUTRI) Provinsi Lampung melaksanakan kunjungan resmi dan silaturahmi organisasi ke DPD PUTRI Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Archimedes, Taman Pintar Yogyakarta, sebuah ruang representatif yang mencerminkan integrasi antara edukasi, rekreasi, dan inovasi sebagai pilar pengembangan taman rekreasi modern.
Rombongan DPD PUTRI Lampung yang dipimpin oleh Ketua M. Irwan Nasution disambut secara resmi oleh GKR Bendara, Ketua DPD PUTRI DIY. Penyambutan tersebut menjadi penanda penting komitmen kedua organisasi daerah dalam memperkuat sinergi kelembagaan serta membangun dialog strategis lintas wilayah dalam menghadapi dinamika industri taman rekreasi dan pariwisata nasional.

Agenda utama kunjungan difokuskan pada dialog strategis antara DPD PUTRI DIY dan DPD PUTRI Lampung, dengan titik tekan pada penguatan organisasi, tata kelola usaha taman rekreasi, serta transformasi pendekatan layanan pariwisata yang semakin berorientasi pada Customer Experience (CX) dan Customer Journey (CJ). Forum dialog ini tidak hanya bersifat koordinatif, tetapi juga reflektif terhadap perubahan perilaku wisatawan pascapandemi dan di era ekonomi pengalaman (experience economy).
Dalam paparannya, GKR Bendara menekankan bahwa pengelolaan taman rekreasi ke depan tidak lagi dapat bertumpu semata pada aspek fisik destinasi, melainkan harus memahami secara mendalam perilaku pengunjung (customer behavior) sepanjang perjalanan wisata mereka. Menurutnya, wisatawan saat ini semakin sadar nilai, selektif, dan mencari pengalaman yang personal, bermakna, serta konsisten dari pra-kunjungan hingga pascakunjungan.
GKR Bendara menjelaskan bahwa Customer Journey dalam konteks taman rekreasi mencakup keseluruhan tahapan interaksi pengunjung, mulai dari pencarian informasi digital, proses perencanaan, aksesibilitas, pengalaman di lokasi, hingga fase evaluasi dan berbagi pengalaman melalui media sosial. Setiap titik sentuh (touchpoint) tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar mampu menciptakan pengalaman positif yang berkesinambungan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya adaptasi Customer Experience melalui pendekatan berbasis empati, data, dan konteks lokal. Di Yogyakarta, pendekatan CX dikembangkan dengan mengintegrasikan nilai edukasi, budaya, dan keramahan khas daerah, sehingga pengunjung tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga pengalaman pembelajaran dan keterikatan emosional dengan destinasi. Taman Pintar Yogyakarta, menurutnya, menjadi contoh konkret bagaimana taman rekreasi edukatif dapat beradaptasi dengan kebutuhan keluarga, pelajar, dan wisatawan umum melalui desain pengalaman yang inklusif dan berorientasi pembelajaran.

Dalam dialog tersebut, GKR Bendara juga menegaskan bahwa perubahan perilaku wisatawan menuntut pelaku usaha taman rekreasi untuk lebih adaptif terhadap teknologi, pola komunikasi digital, serta ekspektasi layanan yang cepat, informatif, dan transparan. Namun demikian, adaptasi digital tersebut harus tetap diimbangi dengan sentuhan humanis, terutama dalam interaksi langsung antara pengelola dan pengunjung, yang menjadi kekuatan utama pariwisata berbasis budaya.
DPD PUTRI Lampung menyambut pandangan tersebut sebagai referensi strategis dalam pengembangan taman rekreasi di Provinsi Lampung. Diskusi berkembang pada isu bagaimana mengadaptasi konsep CX dan CJ sesuai dengan karakter destinasi lokal, segmentasi pengunjung, serta kesiapan sumber daya manusia. Kedua DPD sepakat bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi faktor kunci dalam menerjemahkan konsep CX dan CJ ke dalam praktik layanan sehari-hari.
Secara akademik dan kebijakan, dialog ini merepresentasikan model pembelajaran antar daerah (interregional learning) dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pertukaran gagasan mengenai Customer Experience dan Customer Journey dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun daya saing taman rekreasi, sekaligus menjawab tantangan perubahan perilaku wisatawan yang semakin dinamis.
Menutup pertemuan, DPD PUTRI DIY dan DPD PUTRI Lampung menyepakati perlunya tindak lanjut berupa koordinasi program bersama, pertukaran praktik terbaik, serta penguatan peran PUTRI sebagai organisasi strategis dalam mendorong standar layanan, inovasi pengalaman, dan keberlanjutan industri taman rekreasi di tingkat daerah maupun nasional.


