Jakarta, kilasinformasi.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan mengoptimalkan ruang-ruang kreatif yang adaptif dan inklusif. Upaya tersebut ditunjukkan melalui visitasi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar ke Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi strategis guna mengaktifkan ruang kreatif yang mampu mendukung pegiat ekonomi kreatif, khususnya UMKM. Irene menegaskan bahwa ruang kreatif tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai simbol keberpihakan negara terhadap talenta kreatif.
“Ruang seperti Smesco ini harus mampu menjadi rumah bagi pejuang ekraf. Tempat di mana mereka bisa berkarya, berlatih, sekaligus mengembangkan diri. Aktivasi ruang kreatif bukan sekadar fasilitas, tetapi bentuk keberpihakan negara pada talenta kreatif,” ujar Irene Umar.
Visitasi ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program Infrastruktur Ekonomi Kreatif (Infra Ekraf) yang masuk dalam delapan klaster Asta Ekraf. Melalui program tersebut, Kemenekraf mendorong tersedianya ruang kreatif yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan, baik di pusat maupun daerah.
Menurut Irene, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Smesco dan Kementerian UMKM, menjadi langkah awal untuk memperluas dukungan nyata bagi pelaku ekonomi kreatif. Dukungan tersebut meliputi akses ruang, program pembinaan, hingga peluang komersialisasi produk.
“Kami ingin memastikan ekosistem kreatif tumbuh dengan dukungan nyata. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk memperkuat pondasi tersebut,” jelasnya.
Kemenekraf menilai optimalisasi infrastruktur yang sudah ada sangat penting agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pegiat ekonomi kreatif. Ruang kreatif diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ide, inovasi, dan jejaring antar komunitas yang saling menguatkan.
Berdasarkan data Smesco, tercatat sebanyak 103.322 UMKM terdaftar, dengan dominasi pengusaha mikro mencapai 96.473 unit atau sekitar 93 persen. Sementara itu, pengusaha kecil berjumlah 6.269 unit atau sekitar 6 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk mendorong UMKM naik kelas melalui perluasan akses pasar, pelatihan, dan pembiayaan.
Di sisi lain, usaha menengah tercatat sebanyak 580 unit atau sekitar 1 persen dari total UMKM. Meski jumlahnya relatif kecil, sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Melalui penjajakan kolaborasi aktivasi ruang kreatif di Smesco, Kemenekraf bersama Kementerian UMKM menegaskan komitmennya menghadirkan fasilitas dan dukungan konkret bagi pegiat ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kapasitas usaha, serta membuka lebih banyak peluang bagi talenta Indonesia untuk terus berkarya dan bersaing di pasar nasional maupun global.
Visitasi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman serta Direktur Utama LLP-KUKM Kementerian UMKM Doddy Akhmadsyah Matondang.
Sumber : https://ekraf.go.id/news


