Aceh Tamiang, 6 Desember 2025, kilasinformasi.com — Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, turun langsung menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir di Aceh Tamiang pada Rabu (3/12). Kehadirannya di lapangan menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan warga terdampak bencana mendapatkan kebutuhan dasar secara cepat dan tepat.
Sejak sore hingga malam hari, Agus Jabo masih berada di Posko Induk Kuala Simpang untuk memantau proses penurunan logistik yang akan digunakan operasional dapur umum. Ia berharap bantuan tersebut mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Semoga semua kebutuhan untuk makan, tempat tinggal, dan pakaian dalam tanggap darurat ini bisa diatasi,” ujarnya.
Agus Jabo berada di Aceh dan Sumatera Utara sejak Senin untuk mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan. Ia juga menyemangati para relawan untuk terus sigap dalam membantu para pengungsi.
“Mari kita bergotong royong untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kemanusiaan adalah hukum tertinggi yang harus menjadi landasan seluruh elemen bangsa.
“Kemanusiaan adalah hukum paling tinggi. Mari kita cintai tanah air kita, kita sayangi saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air,” ujar Wamensos.
Pada awalnya, sebagian bantuan direncanakan dikirim melalui jalur laut. Namun setelah jalur darat dinyatakan aman dilalui, Kementerian Sosial memutuskan memaksimalkan pendistribusian lewat jalur darat demi efektivitas waktu.
Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan dasar pengungsi seperti:
-
beras
-
pakaian dewasa dan anak
-
makanan cepat saji
-
family kit
-
kidswear
-
selimut
-
kasur
-
genset
-
tenda
-
kompor
-
serta perlengkapan penting lainnya.
Bantuan jalur darat total berjumlah 106 jenis barang, sedangkan bantuan yang diterbangkan melalui udara terdiri dari 10 jenis, antara lain makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk siap saji, kidswear, family kit, sandang anak-dewasa, selimut, mi instan, dan beras.
Seluruh bantuan kini telah tiba di Aceh Tamiang dan segera disalurkan kepada warga melalui koordinasi intensif dengan BNPB dan berbagai unsur pemerintah daerah.
Sumber : Kemensos


